Kawula Muda, Ini Pentingnya Jaga Etika Bermedia Sosial

Generasi muda masa kini sudah banyak yang memahami dunia digital dengan baik. Tetapi sayangnya belum banyak yang paham soal etika digital. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Forum Rektor Indonesia Dr. Eko Supeno Drs,. M.Si dalam Seminar dan kuliah umum literasi komputasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Universitas Al-Azhar Indonesia. Ketidakpahaman dalam etika digital ini ungkap Eko Supeno tercermin dari predikat Indonesia yang masuk dalam 10 besar kurang santun di media sosial.

“Bahkan Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara yang terpredikat ‘sadis’ atau kurang santun di sosial media,” ungkapnya.

Keadaan ini, tentu tidak bisa dibiarkan. Terkait hal ini, Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Watiknas), Dr. Ing. H. Ilham Akbar Habibie, Dipl.Ing., M.B.A, dalam pemaparannya di forum GNRM tersebut menyatakan kita harus mempelajari sejumlah hal terkait literasi dan etika digital kita.

“Kita harus meningkatkan digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety, serta mengingatkan untuk hati-hati dan menjaga etika selama ber-internet demi menghindari hal yang tidak diinginkan,” paparnya. Ia juga menyatakan literasi dan etika digital juga bagian dari revolusi mental di bidang digital.

Sementara itu terkait revolusi mental, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP yang juga menjadi keynote speaker dalam acara tersebut menyatakan, dengan revolusi mental diharapkan ada perubahan yang sangat cepat dalam mentalitas bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

“Sikap itu ditentukan dengan cara berpikir seseorang. Apabila orang memiliki cara berpikir yang positif, maka sikap dan tindakannya menjadi positif. Inilah yang menjadi salah satu tujuan dari GNRM, yaitu terjadinya perubahan perilaku, cara berpikir, dan tindakan menjadi positif dalam berkehidupan dan bernegara,” paparnya.

Sementara itu,Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) dinilai telah sukses gelar kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu seminar dan kuliah umum literasi komputasi.

Seminar dan kuliah umum literasi komputasi yang berlangsung di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia tersebut merupakan puncak acara dari rangkaian program Gerakan Nasional Revolusi Mental tahun 2023 yang telah berjalan sejak 27 Juli 2023.

Gerakan Nasional Revolusi Mental merupakan sebuah inisiatif yang diluncurkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk mendorong perubahan mental dan sosial yang lebih baik di kalangan masyarakat.

Acara puncak GNRM ini bertajuk “Peningkatan Literasi dan Etika Digital melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental”. Dalam acara ini, UAI turut mengundang beberapa pihak luar seperti siswa SD,SMP, dan SMA Al-Fityan School Tangerang, guru, dan mahasiswa dari kampus luar.

Acara ini dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc. Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan rasa syukur bahwa UAI telah terpilih oleh Kemenko PMK untuk menjalankan Gerakan Nasional Revolusi Mental di tahun 2023.

“Dari beberapa universitas yang membuat proposal (program GNRM), Alhamdulillah, Universitas Al-Azhar Indonesia mendapatkan satu proposal dan lolos, terimakasih,” Ucap Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc.

Rektor juga menyampaikan bahwa Program GNRM tahun 2023 ini terdapat berbagai kegiatan yang menarik, seperti seminar, kuliah umum, lomba guru kreatif, lomba siswa kreatif, dan lomba media OSIS yang berkaitan dengan literasi digital. Dari berbagai kegiatan tersebut, 644 siswa, 155 guru, 57 mahasiswa, dan 46 dosen telah berpartisipasi dalam program GNRM UAI.

Acara juga diisi dengan penampilan Angklung Kizuna Melody UAI dengan memainkan lagu “Bangun Pemudi Pemuda” serta “Hati-Hati di Jalan”. Seminar dan kuliah umum tentang literasi komputasi ini diakhiri dengan pengumuman lomba poster yang dimenangkan oleh siswa SD, SMP, dan SMA, serta lomba media pembelajaran yang dimenangkan oleh para guru.

Sumber: https://lifestyle.sindonews.com/read/1219265/166/kawula-muda-ini-pentingnya-jaga-etika-bermedia-sosial-1696590613/10

Scroll to top