Rektor UWM: Mahasiswa Harus Jadi Influencer, Bukan Follower

Teknologi memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karenanya, mahasiswa harus melek teknologi, supaya dapat menjadi influencer, dan bukan follower. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam Workshop Literasi Digital: Etika Digital untuk Generasi Online pada Senin (25/9/2023) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Forum Rektor Indonesia. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si. yang merupakan Wakil Rektor III dan Tommy Satriadi Nur Arifin, S.I.Kom., M.A. yang merupakan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).

Lebih lanjut, Prof Edy mengemukakan bahwa Kampus Terpadu UWM di Banyuraden terus didiseminasi dan dikembangkan sebagai satu wujud keseriusan menuju UWM Unggul yang Beretika, Bermoral dan Bermartabat. “Di kompleks kampus terpadu ini nantinya diharapkan menjadi ruang budaya yang lebih luas dengan interaksi, dialog, serta kerjasama dengan berbagai pihak utamanya dengan masyarakat sekitar dalam membangun sinergi maupun kolaborasi untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan sosial. Dalam hal ini UWM menyebutnya sebagai Banyuraden Digital Valley (BDV),” kata mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini.

BDV merupakan ruang (space-place) taman budaya yang dibangun dan diikhtiarkan UWM agar bisa tumbuh dan menyatu dalam kehidupan masyarakat terintegrasi dengan dunia kampus. BDV diharapkan besar bersama masyarakat dan menjadi agen perantara dan pembangun sinergi-kolaborasi antara akademisi, dunia usaha atau industri, pemerintah, dan masyarakat.

UWM bertekad menjadikan BDV dalam rangka mengembangkan budaya melalui Inovasi, enterpreunership/kewirausahaan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berbasis teknologi informasi. “Universitas Widya Mataram dengan tagline Bermoral, Beretika dan Bermartabat berusaha menghasilkan lulusan yang mempunyai, moral, etika dan perilaku yang baik salah satunya dengan cara meningkatkan literasi digital,” kata mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

Untuk mampu bersaing, mahasiswa harus memiliki kompetensi yang meliputi berpikir kritis/memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Sementara itu, untuk memenangkan persaingan, mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat yang meliputi iman dan taqwa, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan kesadaran sosial dan budaya. “Jadilah influencer, jangan sekedar menjadi “followers” dalam derasnya arus perkembangan zaman, jadilah mahasiswa yang cerdas dengan membiasakan diri berpikir kritis, logis, rasional, kreatif-inovatif dalam melahirkan ide dan pemikiran,” kata Prof Edy.

Sumber: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/rektor-uwm-mahasiswa-harus-jadi-influencer-bukan-follower

Scroll to top