Tutup GNRM di UAI, Menko PMK Sampaikan Pesan Revolusi Mental

UNIVERSITAS Al-Azhar Indonesia (UAI) sukses menggelar kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sebagai puncak acara rangkaian program GNRM 2023 yang berjalan sejak 27 Juli 2023.

GNRM merupakan inisiatif yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) guna mendorong perubahan mental dan sosial yang lebih baik di kalangan masyarakat.

Kali ini, puncak acara GNRM diisi seminar serta kuliah umum literasi komputasi di Auditorium UAI, Jakarta, Kamis (5/10).

Rektor UAI Prof Dr Asep Saefuddin MSc bersyukur UAI terpilih oleh Kemenko PMK untuk menjalankan GNRM pada 2023. “Dari beberapa universitas yang membuat proposal, Alhamdulillah, UAI mendapatkan satu proposal dan lolos, terima kasih,” ucap Asep melalui siaran persnya, Jumat (6/10).

Rektor menyampaikan program GNRM 2023 ini terdapat berbagai kegiatan yang menarik seperti seminar, kuliah umum, lomba guru kreatif, lomba siswa kreatif, dan lomba media OSIS terkait literasi digital.

“Dari berbagai kegiatan itu, 644 siswa, 155 guru, 57 mahasiswa, dan 46 dosen berpartisipasi dalam program GNRM UAI,” ucap Asep.

Dalam keynote speech, Menteri Koordinator PMK Prof Dr Muhadjir Effendy MAP menyampaikan dengan revolusi mental diharapkan ada perubahan yang sangat cepat dalam mentalitas bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

“Sikap tersebut ditentukan dengan cara berpikir seseorang. Jika seseorang memiliki cara berpikir positif, sikap dan tindakannya menjadi positif. Inilah yang jadi salah satu tujuan GNRM, yaitu terjadinya perubahan perilaku, cara berpikir dan tindakan jadi positif dalam berkehidupan dan bernegara,” ucap Muhadjir.

Tak lupa, beliau menjabarkan ada empat tujuan besar yang ingin dicapai dari GNRM, yaitu membentuk masyarakat Indonesia menjadi sehat, cerdas, kuat baik fisik maupun mental, serta berakhlak mulia.

“Saya berharap dengan selesainya rangkaian program GNRM tahun 2023 ini membuat literasi dan etika digital masyarakat kita jadi lebih baik dan santun demi menyongsong Visi Indonesia Emas 2045,” tutup Muhadjir.

Sekretaris Forum Rektor Indonesia Dr Eko Supeno Drs MSi menyampaikan generasi muda masa kini sudah banyak memahami dunia digital dengan baik.

Sayangnya belum banyak yang paham soal etika digital. Bahkan, Indonesia masuk 10 besar negara berpredikat kurang santun di media sosial.

“Saya berharap dengan adanya GNRM terkait literasi dan etika digital dapat membuat perubahan jadi warganet yang baik dan santun,” ucapnya.

Sementara itu, keynote speech lainnya, Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Watiknas) Dr Ing H Ilham Akbar Habibie Dipl Ing MBA menyoroti revolusi mental untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045.

“Dalam hal ini dengan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan dengan mengubah pendekatan dalam membangun masa depan dari reformatif menjadi transformatif dengan melakukan perubahan di tiga aspek yaitu, transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola.”

Ketua Watiknas juga mengatakan untuk melaksanakan revolusi mental di bidang digital, harus mempelajari serta meningkatkan digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety.

“Saya mengingatkan agar hati-hati dan menjaga etika selama berinternet demi menghindari hal yang tidak diinginkan,” pungkas Ilham.

Pada kesempatan itu, ditampilkan juga dua presentasi tentang Big Data dan Tantangannya oleh VP Corporate Presales and Digital Communication PT Dua Empat Tujuh Bagus Rully Muttaqien serta Digital and Automation oleh Digital Manager Trakindo Utama Pandriya Sistha Kusuma. (RO/S-2)

Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/619145/tutup-gnrm-di-uai-menko-pmk-sampaikan-pesan-revolusi-mental

Scroll to top